Paket Pelatihan Ekspor Plus 3 Hari

pelatihan eskpor plus

Paket Pelatihan Ekspor Free Konsultasi dan Pendampingan

Potensi pasar ekspor untuk produk Indonesia sangatlah besar. Menurut data World Trade Organization (WTO), pada tahun 2001 terdapat 50 eksportir terbesar di dunia yang menyumbangkan 94,7 persen dari total ekspor dunia sebesar 6.155 trilun dolar AS. Indonesia menduduki ranking 28 dengan total ekspor mencapai 56,3 miliar dolar AS. Jumlah ini menyamai nilai ekspor pada tahun 1997 atau sebelum terjadinya krisis ekonomi dunia tahun 2000.

Sedangkan data dari Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) menyebutkan, nilai perdagangan dunia pada tahun 2004 tercatat sebesar 9,25 triliun dolar AS. Sedangkan nilai ekspor non migas Indonesia pada tahun 2005 tercatat relatif kecil, yaitu sebesar 48 miliar dolar AS. Ranking Indonesia ini masih jauh dibawah negara-negara lain, bahkan terhadap negara berkembang lainnya.

Begitu juga kalau kita mencoba melihat kinerja perdagangan untuk produk spesifik, seperti kerajinan, kemampuan ekspor Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara lain. Kinerja ekspor kerajinan negara kita bahkan kurang dari 1 persen dibandingkan total nilai ekspor non migas Indonesia.

Kinerja pasar kerajinan dunia memperlihatkan pertumbuhan yang cukup tinggi. Menurut data dari BPEN, nilai ekspor dunia pada tahun 2003 untuk produk kerajinan sebesar 46,7 miliar dengan pertumbuhan sebesar 14,74 persen dibandingkan tahun 2002. Jenis produk yang cukup besar sumbangannya adalah kerajinan logam sebesar 50,87 persen, aneka kerajinan (24,99 %), dan kerajinan batu dan keramik (12,36 %).

Sedangkan nilai ekspor kerajinan dari Indonesia tahun 2005 sebesar 465,1 juta dolar AS atau meningkat sedikit dibandingkan tahun 2003 sebesar 433 juta dolar AS dan menduduki urutan ke 24 dibandingkan Eksporir kerajinan dari negara lainnya. Dibandingkan dengan kinerja pasar kerajinan dunia, ekspor kerajinan dari Indonesia terbilang sangat kecil, yaitu 0,9 persen. Negara pengekspor utama untuk produk kerajinan diantaranya adalah Cina yang mencapai 16,70 persen dan India sebesar 5,80 persen.

Nilai ekspor produk kerajinan Indonesia ini diantaranya disumbangkan oleh kerajinan kayu dan rotan sebesar 43,69 persen, aneka kerajinan 29,42 persen, kerajinan logam 20,19 persen, kerajinan batu dan keramik 3,76 persen, dan kerajinan tekstil 2,95 persen.

Sedangkan negara tujuan utama dari ekspor kerajinan Indonesia adalah Amerika Serikat 47,17 persen, Jepang 8,23 persen, Singapura 4,16 persen, Jerman 3,96 persen, Inggris 3,75 persen, Italia 3,25 persen, Perancis 3 persen, Australia 2,88 persen, dan Belanda 2,50 persen.

Melihat data diatas, pasar terbesar produk kerajinan Indonesia adalah Amerika Serikat dan Eropa. Mereka sangat menyukai produk kerajinan eksotik dari Asia. Apalagi negara kita sangat kaya dengan beragam bahan baku kerajinan yang tidak kalah dengan produk kerajinan dari negara lain di Asia.

Setelah mengikuti training ini, diharapkan para peserta mampu menerapkan tata cara dan prosedur ekspor yang benar dan mampu melakukan ekspor secara mandiri.

SASARAN

Pelaku Usaha, Eksporir Tak Langsung, Produsen yang Ingin Melakukan Ekspor

TOPIK / MATERI

  1. Mengenal komoditi dan negara tujuan ekspor
  2. Pihak pihak yang terlibat di ekspor
  3. Siapa yang boleh jadi eksportir?
  4. Dokumen ekspor
  5. Incoterms 2010 & ketentuan harga ekspor (Ex.work.FOB.CF.CIF) dan UPC 600
  6. HS Code
  7. Spesifikasi produk ekspor
  8. Shipment
  9. Container laut & udara
  10. Komponen biaya ekspor
  11. Sumber Permodalan ekspor
  12. Sharing pengalaman ekspor
  13. Link info pasar ekspor

LAMA WAKTU PELATIHAN

3 Hari atau 18 jam Efektif

FORMAT PELATIHAN

Kami menawarkan bentuk pelatihan dengan mengundang tim kami datang ke lokasi Anda. Dengan cara ini Anda bebas menghimpun berapapun jumlah peserta pelatihan yang akan diikutsertakan. Namun jumlah peserta dalam 1 kelas/paket tidak boleh lebih dari 30 orang.

BIAYA PELATIHAN

Biaya atau investasi pelatihan dengan mengundang kami adalah sebesar Rp 18.000.000 per paket. Biaya ini belum termasuk biaya transport, akomodasi, dan makan tim kami (3 orang) selama pelatihan berlangsung.

FASILITAS

Materi Pelatihan dalam Bentuk Softcopy/Hardcopy, Bahan Dasar yang Diperlukan, Sertifikat

METODE PELATIHAN

Presentasi, Diskusi, Case Study, Simulasi, Evaluasi

TRAINER

  • ARIF ROHIMAN – Eksportir, Trainer, Konsultan, dan Motivator yang Sering Diundang Berbagai BUMN dan Perusahaan Nasional dan Multinasional
  • DWI HENRY SETIAWAN – Pengusaha, Eksportir, Praktisi
  • YUSUF CK ARIANTO – Jurnalis, Penulis, Web Developer

KEUNGGULAN KAMI

Metode dan cara kami memberikan pelatihan berbeda dengan lembaga pelatihan lainnya. Selain materinya yang praktis dan mudah diaplikasikan, kami pun siap memberikan konsultasi dan pendampingan pasca pelatihan secara gratis (free) tanpa dipungut biaya tambahan.

Leave a Reply